161 Miliar Menguap, Nurani DPRD Mati? Rakyat Menunggu: Sejarah Mencatat. Lawan atau Termangu Jadi Penonton! ‎

 




‎Portal Lampung, Kota Metro-  Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Kota Metro sebesar Rp161 miliar atau sekitar 24 persen dari total anggaran 2026 menjadi perhatian publik. Pemerhati Kebijakan Publik, Hendra Apriyanes, menilai situasi ini perlu disikapi secara bijak sebagai momentum pembenahan tata kelola keuangan daerah.

Menurutnya, pengurangan anggaran tersebut tidak semata-mata dipahami sebagai dampak kebijakan pusat, tetapi juga menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal, khususnya dalam optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelolaan belanja yang lebih terukur.
“Ini saat yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Ketika ruang fiskal menyempit, fokus utama harus tetap pada pelayanan publik dan daya tahan ekonomi masyarakat,” ujar Anes.

Ia mengingatkan agar kebijakan efisiensi benar-benar diarahkan pada hal-hal substansial. Efisiensi, menurutnya, bukan sekadar penyesuaian administratif, tetapi langkah nyata memastikan program prioritas seperti infrastruktur dasar, kesehatan, pendidikan, dan layanan masyarakat tetap berjalan optimal.
Sorotan juga disampaikan terhadap pengelolaan sektor retribusi, termasuk retribusi sampah, yang dinilai perlu penguatan sistem pengawasan dan transparansi agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Kepercayaan publik tumbuh dari tata kelola yang transparan dan akuntabel. Karena itu, penguatan sistem audit internal dan pengawasan menjadi sangat penting,” tambahnya.

Anes turut mendorong DPRD Kota Metro untuk menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif dan proporsional, sebagai bagian dari mekanisme checks and balances dalam pemerintahan daerah.
Sebagai langkah strategis, ia mengusulkan efisiensi belanja non-prioritas, audit menyeluruh terhadap potensi PAD, serta penyusunan perencanaan anggaran 2026 yang lebih berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Situasi ini bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk bersama-sama memperkuat fondasi fiskal Kota Metro. Dengan keterbukaan dan komitmen kolektif, tantangan ini bisa menjadi titik balik menuju tata kelola yang lebih sehat,” tutupnya.

( Red / Robby )


Lebih baru Lebih lama