PORTAL LAMPUNG, Metro – Gelombang kritik terhadap Pemerintah Kota Metro menguat. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Metro menyerukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Metro pada 10 Maret 2026. Ajakan aksi tersebut viral di media sosial melalui video berdurasi sekitar satu menit sejak Minggu (8/3).
Aksi ini melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa, di antaranya kader HMI Cabang Metro serta BEM Universitas Dharma Wacana (UDW). Mahasiswa menilai perlu ada evaluasi serius terhadap satu tahun kinerja pemerintah daerah.
Ketua BEM UDW, Arda Fernanda, menyebut ratusan mahasiswa siap turun ke jalan membawa sejumlah tuntutan.
Salah satunya mendesak DPRD Kota Metro membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengevaluasi kinerja Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dan Wakil Wali Kota Rafieq Adi Pradana.
Mahasiswa juga meminta DPRD mengaudit pengelolaan anggaran BLUD RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro serta menyoroti isu profesionalitas dalam penempatan pejabat dan dewan pengawas rumah sakit.
“Mahasiswa tidak ingin hanya menjadi penonton. Kritik ini bagian dari tanggung jawab moral kami untuk mengingatkan pemerintah agar kebijakan tetap berpihak kepada rakyat,” tegas Arda, Senin (9/3).
Rencana aksi tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah warga yang menilai gerakan mahasiswa menjadi saluran kritik publik terhadap berbagai persoalan di Kota Metro, termasuk kondisi infrastruktur dan tata kelola kebijakan daerah.
Mahasiswa menegaskan aksi akan digelar secara damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada DPRD dan Pemerintah Kota Metro. ( Redaksi )