Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Napas Baru Adiwiyata di Bumi Begawi Jejama, Menanam Karakter Menuai Masa Depan

Rabu, 22 April 2026 | April 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-22T01:54:24Z

PORTAL LAMPUNG, TANGGAMUS – Setelah sempat "tertidur" selama enam tahun sejak 2020, Pemerintah Kabupaten Tanggamus kini tancap gas menghidupkan kembali Program Adiwiyata. Langkah ini ditandai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus, Selasa (21/04/2026).


​Kebangkitan program ini bukan sekadar mengejar piagam, melainkan sebuah misi besar untuk menyatukan persepsi atas implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025. Pemerintah menyadari bahwa jeda panjang selama enam tahun telah membuat Tanggamus tertinggal, terutama dalam pembentukan karakter generasi muda yang peka lingkungan.


Sentuhan "Rumah Kampung" di Sekolah

Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, dalam arahannya menekankan bahwa Adiwiyata tidak harus dimulai dengan kemewahan. Ia menganalogikan keasrian sekolah dengan kesederhanaan rumah di pedesaan.


​“Kita bisa belajar dari rumah sederhana di kampung. Tidak perlu mewah, tapi karena bersih, tertata, dan hijau, suasananya jadi nyaman. Nilai estetika dan kenyamanan seperti inilah yang harus kita bawa ke ruang kelas dan halaman sekolah kita,” ujar Agus dengan nada optimistis.


​Bagi Agus, kunci utama kesuksesan program ini adalah konsistensi pembiasaan. Ia mendorong agar sekolah tidak hanya berinovasi di atas kertas, tapi memperkuat aksi nyata yang sudah ada secara kolektif.


Sampah: Dari Beban Menjadi Nilai Ekonomi

Persoalan klasik sampah juga menjadi sorotan tajam dalam Rakor tersebut. Agus menginginkan sekolah menjadi garda terdepan dalam memutus rantai sampah yang selama ini membebani Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).


​“Energi kita banyak terkuras hanya untuk mengurus sampah. Jika dikelola sejak dari sekolah dan rumah tangga, beban itu akan ringan. Sampah organik jangan lagi sampai ke TPA; olah di tingkat lokal menjadi maggot untuk pakan ikan. Ada nilai ekonomi yang berputar di sana,” tambahnya.


Tujuh Sekolah Jadi "Pilot Project"

Senada dengan Wabup, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Gunawan, mengakui bahwa kevakuman sejak 2020 menjadi perhatian serius DLH. Sebagai langkah konkret, pihaknya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menyaring tujuh sekolah unggulan untuk menjadi motor penggerak pertama.


​Ketujuh sekolah yang disiapkan menembus penilaian pusat tersebut adalah:


1. ​SMPN 1 Sumberejo

2. ​SMPN 1 Gisting

3. ​SMPN 2 Pugung

4. ​SD Fransiskus Gisting

5. ​SD IT Teladan Kota Agung

6. ​SDN 1 Way Jaha

7. ​SDN 3 Gisting Atas


“Tujuh sekolah ini dipilih berdasarkan pemantauan lapangan dan kesiapan infrastruktur. Mereka akan menjadi percontohan (pilot project) yang kami usulkan ke kementerian. Ini adalah titik awal untuk mengembalikan kejayaan lingkungan sekolah di Tanggamus,” pungkas Gunawan. (Redaksi/Hanafi) 

×
Berita Terbaru Update