METRO – Tata kelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karang Rejo dinilai membutuhkan proses dan tahapan yang tidak dapat dilakukan secara instan. Selain pembangunan dan penataan infrastruktur, diperlukan pola kolaboratif antar-elemen untuk menyelesaikan berbagai persoalan persampahan secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Yudhistira, Koordinator Daerah Masyarakat Transparansi Institute (MATTA Institute). Menurutnya, persoalan sampah merupakan masalah bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun elemen lainnya.
“Dalam tata kelola sampah diperlukan proses dan kolaborasi dalam memecahkan masalah, sehingga win-win solution dapat tercipta,” ujar Yudhistira.
Ia mengatakan, setiap tahapan penyelesaian persoalan sampah harus dilakukan dengan komunikasi dan kerja bersama. Program maupun pembangunan yang dilakukan pemerintah juga perlu dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat.
“Dalam penyelesaiannya melalui program maupun pembangunan juga perlu dibentuk tingkat kesadaran masyarakat dan kerja bersama sehingga dapat tercipta suatu kekuatan bersama,” katanya.
Yudhistira menegaskan, seluruh elemen hendaknya mampu membuang ego maupun kepentingan masing-masing dalam melihat persoalan sampah. Menurutnya, masalah persampahan merupakan tanggung jawab bersama dan bukan seharusnya menjadi arena untuk saling berhadapan.
“Dalam tahapan tersebut semua elemen hendaknya membuang segala ego dan maksud kepentingan. Problematika sampah itu adalah tanggung jawab bersama, bukan malah menjadi arena adu kekuatan ataupun bancakan anggaran,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap penggunaan anggaran untuk program persampahan dilakukan secara transparan, akuntabel dan tepat sasaran. Anggaran yang diperuntukkan bagi penanganan sampah harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan perbaikan lingkungan.
Menurutnya, pro dan kontra yang muncul dalam proses pembahasan maupun penataan TPA merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan pandangan tersebut hendaknya tidak berkembang menjadi gesekan antar-elemen.
“Pro dan kontra yang terjadi hendaknya bukan malah menimbulkan gesekan antar-elemen. Semua elemen harus mulai menyadari bahwa membangun kota ini adalah dengan pola kebersamaan dan satu tujuan,” ujarnya.
Yudhistira berharap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat membangun ruang komunikasi yang sehat untuk mencari solusi terbaik dalam tata kelola TPA Karang Rejo.
Ia menilai, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh pemerintah melalui program dan pembangunan, tetapi juga oleh kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mengurangi, memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Yang terpenting adalah bagaimana semua pihak memiliki tujuan yang sama. Sampah adalah persoalan bersama, sehingga penyelesaiannya juga harus dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya. ( Redaksi )
