Portal Lampung — Beberapa unggahan di Instagram, TikTok, dan grup chatting menyebarkan klaim bahwa listrik nasional akan padam selama satu minggu.
Namun, setelah dicek, kabar ini tidak berasal dari pengumuman resmi pemerintah atau PT PLN (Persero).
Seperti dilansir dari poskota.co.id, pada Senin 19 Januari 2026, PLN menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada rencana atau peringatan soal pemadaman listrik nasional selama tujuh hari.
Pemerintah juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan darurat mengenai potensi krisis kelistrikan seperti yang beredar.
Artinya, isu ini muncul dari interpretasi warganet atas potongan video yang viral, bukan dari informasi resmi lembaga negara.
Dalam sebuah podcast YouTube di kanal Ngaji Roso (Mas Hendra), Dharma sebenarnya tidak pernah menyatakan bahwa Indonesia akan mengalami mati listrik selama tujuh hari.
Ia hanya membahas skenario darurat secara umum dan pentingnya masyarakat bersiap menghadapi gangguan layanan publik.
Dalam penjelasannya, Dharma menyoroti kemungkinan terganggunya layanan dasar seperti listrik, air bersih, dan komunikasi jika terjadi krisis.
Ia mengimbau masyarakat untuk menyiapkan kebutuhan logistik sekitar tujuh hari, seperti makanan tahan lama, air minum, senter, dan alat penerangan cadangan.
Pesan tersebut adalah bentuk edukasi kesiapsiagaan, bukan prediksi pasti akan terjadinya pemadaman listrik nasional.
Ia juga menegaskan bahwa jika suatu krisis sudah diketahui kapan terjadi, maka situasi tersebut bukan lagi darurat.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa tidak ada tanggal atau peristiwa spesifik yang disebutkan dalam pembahasan tersebut.
Namun, potongan video yang diambil di luar konteks lalu disebarkan seolah-olah sebagai peringatan resmi. (*)