Forum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan kompas strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Di tengah suasana hangat bulan Syawal dan momentum hari jadi Kabupaten Tanggamus ke-29, Bupati menyampaikan orasi pembangunan yang memadukan optimisme capaian angka dengan kejujuran refleksi sosial.
Rekor Pertumbuhan di Tengah Bayang-Bayang Ketimpangan
Dalam paparan yang faktual dan akurat, Bupati mengungkapkan bahwa roda perekonomian Tanggamus tengah berlari kencang. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tahun 2025 tercatat melesat di angka 4,87%, sebuah lompatan signifikan dari 4,01% pada tahun sebelumnya. Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
"Data ini adalah cerminan jujur posisi kita saat ini. Pertumbuhan ekonomi kita menguat, angka kemiskinan turun ke 10,1%, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita kini berada di kategori tinggi, yakni 71,36," ujar Bupati Saleh Asnawi dengan nada mantap di hadapan perwakilan Gubernur Lampung dan jajaran Forkopimda.
Namun, sebagai pemimpin yang independen dalam menilai kinerja, ia memberikan catatan kritis pada sisi pemerataan. Bupati menyoroti kenaikan Gini Ratio dari 0,228 menjadi 0,276.
"Ini adalah sinyal peringatan. Pertumbuhan ekonomi yang kita banggakan belum sepenuhnya inklusif. Masih ada sekat yang harus kita runtuhkan agar kemakmuran ini benar-benar bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, hingga ke pelosok pekon," tegasnya.
Visi 2027: Hilirisasi sebagai Jantung Ekonomi
Menjawab tantangan tersebut, RKPD 2027 mengusung tema besar: "Peningkatan Produktivitas Melalui Infrastruktur dan Investasi Daerah untuk Mendorong Hilirisasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas."
Bupati menekankan bahwa Tanggamus tidak boleh lagi hanya menjadi penyedia bahan mentah. Kekayaan bumi berupa kopi, kakao, lada, dan hasil perikanan harus melalui proses hilirisasi di tanah sendiri untuk menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja baru. Langkah ini diselaraskan dengan visi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Efisiensi dan Kolaborasi
Menutup arahannya, Bupati menginstruksikan seluruh Kepala OPD untuk bekerja lebih proaktif dan efisien. Di tengah ruang fiskal yang terbatas, setiap rupiah anggaran harus diarahkan pada program yang memiliki dampak langsung (outcome based).
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Kita butuh sinergi antara sektor swasta, akademisi, dan masyarakat. Mari kita bangun Tanggamus yang tidak hanya maju secara angka, tapi juga sejahtera secara rasa," pungkasnya yang kemudian ditutup dengan ketukan palu tanda dibukanya Musrenbang secara resmi.
Musrenbang ini menjadi babak baru bagi Tanggamus untuk bertransformasi menjadi daerah yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur—negeri yang baik, subur, dan penuh ampunan Tuhan—seiring dengan doa yang dipanjatkan dalam momentum hari kemenangan tahun ini.
Tentang Musrenbang Kabupaten Tanggamus
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) adalah forum tahunan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari tingkat pekon, kecamatan, hingga kabupaten untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah secara partisipatif dan transparan. (Red/Hanafi)