Acara yang dihelat untuk meningkatkan kompetensi pendidik ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai elemen. Di antara hadirin yang turut memadati tempat kegiatan antara lain Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu, President of Indonesian BRICS Youth Forum Syafii Efendi, serta jajaran pengurus organisasi penyelenggara. Tidak hanya itu, ratusan guru yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, juga antusias menyimak materi yang disajikan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Riyanto Pamungkas menekankan betapa vitalnya peran seorang guru dalam peta pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, posisi pendidik bukan lagi sekadar transfer ilmu, melainkan arsitek masa depan yang mempersiapkan generasi muda menghadapi dinamika abad ke-21, termasuk arus perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.
“Peran guru sangat strategis. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas pendidik menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditawar lagi,” tegas Bupati dalam sambutannya.
Kepala Daerah juga menyoroti pentingnya transformasi menyeluruh dalam ekosistem pendidikan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas tidak hanya berhenti pada sumber daya manusianya, tetapi juga harus diiringi dengan pembenahan sarana prasarana serta kurikulum yang adaptif dan relevan dengan tuntutan zaman.
Hal ini, lanjut Bupati, menjadi kunci utama dalam melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing untuk turut serta memajukan daerah.
Lebih dari sekadar kemampuan akademis, Bupati Riyanto berharap seminar ini dapat menjadi titik balik bagi para pendidik untuk terus berinovasi. Ia menginginkan lahirnya metode pembelajaran yang tidak kaku, namun lebih efektif, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para guru mendapatkan inspirasi dan motivasi baru. Menjadi pendidik yang hebat bukan hanya soal mengajar, tetapi juga mampu menginspirasi,” ujarnya.
Bupati pun memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif. Ia mengajak para guru untuk aktif berdiskusi, menyerap setiap wawasan dari narasumber, dan yang terpenting, berani menyebarluaskan ilmu tersebut kepada rekan sejawat demi dampak yang lebih luas.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam memajukan sektor pendidikan. Upaya ini sejalan dengan visi besar mewujudkan Pringsewu MAKMUR (Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius) sebagai kontribusi nyata menuju Lampung Maju dan Indonesia Emas. (Redaksi)