PORTAL LAMPUNG, TANGGAMUS – Akses jalan raya Pekon Banyu Urip, Kecamatan Wonosobo, lumpuh total akibat pohon besar yang tumbang menutupi seluruh badan jalan pada Kamis sore (2/4/2026).
Peristiwa yang dipicu hujan lebat disertai angin kencang sekitar pukul 16.00 WIB ini tidak hanya menghentikan laju kendaraan, tetapi juga menyeret jatuh jaringan kabel listrik dan wifi hingga mengakibatkan pemadaman arus di wilayah sekitar.
Sore ini, suasana tenang di Pekon Banyu Urip mendadak berubah menjadi teater alam yang mencekam. Langit yang semula hanya mendung kelabu tiba-tiba menumpahkan hujan deras yang dibarengi embusan angin kencang. Dalam hitungan menit, kekuatan alam tersebut merobohkan sebuah pohon besar serta beberapa batang pisang di sisi jalan. Besarnya material pohon yang melintang rendah menimpa bentangan kabel listrik dan jaringan wifi, menciptakan rintangan yang mustahil ditembus kendaraan.
Lalu Lintas Lumpuh dan Jalur Alternatif
Akibat kejadian ini, para pengguna jalan yang datang dari arah Wonosobo menuju Banjar Negoro, Karang Rejo, hingga Kecamatan Semaka, terpaksa gigit jari. Antrean kendaraan sempat mengular panjang sebelum akhirnya banyak pengendara yang memilih untuk berbalik arah karena menyadari evakuasi akan memakan waktu lama.
Beberapa pengendara roda dua yang enggan berbalik arah tampak mencoba peruntungan dengan mencari jalan alternatif. Mereka menyusuri gang-gang kecil dan melintasi jalan di belakang rumah warga demi bisa melanjutkan perjalanan. Namun, bagi kendaraan roda empat, tidak ada pilihan selain menunggu atau memutar arah mencari jalur utama lainnya.
Kegelapan di Tengah Derasnya Hujan
Padamnya aliran listrik akibat kabel utama yang tertindih material pohon menambah suasana suram di tengah guyuran hujan lebat. Warga di sekitar lokasi kejadian kini harus menghadapi kegelapan dan putusnya koneksi internet akibat jaringan wifi yang ikut hancur diterjang dahan pohon.
"Waktunya pas sekali saat orang-orang mau pulang kerja, sekitar jam empat sore tadi. Anginnya memang luar biasa kencang, lalu tiba-tiba ada suara berdentum dan jalan sudah tertutup pohon. Listrik juga langsung mati saat itu juga," ujar salah satu warga yang terjebak di lokasi.
Keselamatan di Balik Musibah
Di tengah kepanikan dan hambatan mobilitas yang terjadi, sebuah kabar baik menyeruak: tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Beruntung, saat pohon tumbang melintang di jalan, kondisi lalu lintas di titik jatuhnya pohon sedang kosong sehingga tidak ada pengendara yang tertimpa.
Meskipun selamat dari maut, para pelintas tetap dihadapkan pada situasi sulit. Dengan jas hujan yang basah kuyup, mereka hanya bisa menatap nanar ke arah rintangan kayu dan juntaian kabel yang membahayakan di tengah aspal yang tergenang air.
Menanti Penanganan Terpadu
Hingga berita ini diturunkan, akses utama tersebut masih belum dapat dilalui secara normal. Warga sangat mengharapkan kehadiran petugas terkait, baik dari pihak PLN untuk memperbaiki jaringan listrik maupun petugas BPBD dengan alat pemotong kayu (chainsaw) untuk menyingkirkan material pohon yang berat.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk selalu waspada saat melintasi jalur rimbun di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Kewaspadaan tetap menjadi perlindungan terbaik saat alam sedang menunjukkan kekuatannya. (Red/Hanafi)